Friday, September 13, 2013

DUG DUG DUG DUG...

Ke kantor mengendarai motor itu enak banget. Kalau hujan nggak kepanesan, kalau panes nggak kehujanan. :|

Kalimat ini menjadi penghibur untuk saya kala melihat teman – teman dateng ke kantor memakai mobil. Turun dari mobil mereka tetep ganteng. Beda dengan saya. Dateng ke kantor dengan kondisi lecek dan kucel. Saat ini saya lagi ngumpulin duit buat beli mobil. Sedikit lagi.

Saya sudah punya rencana jika kelak saya memiliki mobil. Fokus saya adalah sound system.
Hidup saya memang nggak bisa jauh dari musik. Apalagi saat berkendara. Selain karena memang suka musik, mendengarkan musik di perjalanan bisa membunuh bosan saat nyetir sendiri. Iya, sendiri, soalnya saya belum punya kekasih (uhuk).

Kalau ngga ditemenin musik, rasanya sepi banget. Apalagi rute perjalanan yang saya tempuh lumayan jauh. Pikiran jadi kemana – mana, lalu pikiran menjadi kosong. Ngga enak kan kalau tiba – tiba setan merasuki pikiran saya yang kosong lalu saya kesurupan di dalem mobil.

Ngga ditemenin musik saat berkendara juga bisa berefek kantuk. Ini sangat berbahaya. Makanya sound system yang mumpuni adalah aksesoris wajib di mobil.

Hal pertama yang akan saya lakukan adalah memiliki HEAD UNIT (HU) yang bagus. Head unit merupakan pengendali utama dari sistem suara pada mobil sehingga butuh head unit dengan fitur yang lengkap, seperti : Tape, pemutar CD / DVD, Video Screen, kamera monitor, LCD touch screen monitor, radio / TV tuner, internal amplifier, pemutar kaset, multyple CD changer, USB (flash disk, iPOD), Bluetooth, Equalizer, MP3, MP4, DivX, DSP component, Satnav.

Karena saya suka musik yang jedag- jedug, sound system saya nanti harus menunjang hal ini. Untuk external amplifier saya pilih yang monoblok atau dedicated amplifier.  Dedicated amplifier mampu memperkuat sinyal suara terutama suarabass dari HU untuk diteruskan ke subwoofer(1) yang memang perlu tenaga ekstra besar, agar gempuran suara BASS-nya seperti kata Syahrini: ‘cetar membahana’, sehingga menggetarkan dada siapa saja yang berada di dekat mobil saya nanti. DUGDUG... DUGDUG...

Kelas eksternal amplifier yang akan saya pilih adalah ekternal amplifier Kelas D. Meski memiliki jangkauan frekwensi terbatas, efisiensi power eksternal amplifier kelas D sangat tinggi yaitu mencapai 90% atau hemat listrik aki, sehingga tidak cepat panas. Jangkauan frekwensi ampli eskternal kelas D yang sempit mampu menghasilkan gebugan mantap dan menggelegar pada subwoofer, sangat pas untuk dedicated amplifier (ampli monoblock) yang memang bermain di sound pressure level (SPL) atau sound quality loud (SQL).

Di pasaran umumnya speaker dijual dengan X’over (Split speaker) dan tanpa X’over (Coaxial speaker).

Saya lebih suka menggunakan Coaxial speaker. Coaxial speaker, terdiri dari Midrange & Tweeter yang menyatu (2 way), tanpa X'over  atau terdiri atas: Woofer , Midrange  & Tweeter  yang menyatu (3 way), tanpa X'over . Penyatuan midrange dan tweeter (2way) atau penyatuan woofer, midrange dan tweeter (3way) dalam satu sumbu membuat suara yang dikeluarkan tetap alami, jadi tidak diperlukan X'over lagi. Fungsi X’over sendiri adalah pembatasan jangkauan frekwensi suara dan mengurangi timbulnya fasa akibat dari adanya jarak antara woofer, midrange dan tweeter yang dipsang terpisah (seperti pada Split speaker) saat pemasangannya.

Pada sound system mobil tidak lupa akan saya sematkan DSP (Digital Sound Processor), atau oraang lebih mengenalnya dengan nama Surround Sound, untuk menimbulkan efek suara 3D yang menggelegar.

Demi memenuhi tuntutan selera musik jedag jedug, saya butuh subwoofer dengan double voice coil (DVC) atau dikenal dengan double coil saja. DVC yang dihubungkan secara pararel akan memberin efek tendangan dari amplifier ke subwoofer makin powerfull.

Sentuhan terakhir dari sound system impian saya adalah peletakan speaker – speaker. The best quality of sound and surround sound akan terwujud saat speaker-speaker dipasang dari di bagian depan, tengah, dan belakang

Khususnya subwoofer. Lokasi penempatan subwoofer paling baik ada di bagian pojok bagasi belakang mobil. Pemakaian dua subwoofer akan memberikan output bass yang lebih mantap. Akan saya letakkan saling berseberangan secara diagonal. Dengan demikian suara bass lebih terdengar bulat dan menggelegar. DUGDUG DUGDUG...

 Makin jadi semangat buat ngumpulin duit nih biar bisa merealisasikan mimpi ini :D




(1)Subwoofer: Sering disebut BASS saja, berguna hanya untuk mengeluarkan nada rendah / bass. Dari jangkauan frekwensi terendah yang bisa dicapai sebesar 20 HZ sampai subsonic yang membuat lantai dan dada pendengar bergetar


No comments:

Post a Comment