Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Tuesday, March 29, 2016

Weda vs Revitalisasi Teluk Benoa

ilustrasi: hinduwebsite
 Wahai Bumi, semoga apa yang hamba gali dari-Mu, segera dengan cepat pulih/ tumbuh kembali. Wahai Sang Pemurni, semoga hamba tidak menembus daerah vital dan hati-Mu.
(Prthivi Sukta, Atharvaveda, 12.1.35)
Dalam Atharvaveda terdapat 63 mantra yang didedikasikan untuk Bumi (Prthivi/Pertiwi). Ke-63 mantra tersebut sangat memuliakan keberadaan Pertiwi dalam hubungannya dengan manusia. 

Dikatakan bahwa Bumi adalah tempat bagi hidup segala jenis tumbuh-tumbuhan dan berbagai jenis hewan. Demikian juga bumi adalah sumber dari seluruh mahluk hidup mendapatkan makanan mereka. Tidak akan pernah ada kehidupan jika bumi ini tidak ada. Sehingga dengan demikian, seluruh kehidupan pada prinsipnya sangat berhutang kepada Bumi. Atas ketergantungan itulah, untuk memuliakan bumi, mantra ini khusus diturunkan untuk memuliakan bumi, serta menggaris bawahi pedoman perilaku kita terhadap bumi.

Salah satu mantra tersebut adalah sebagaimana yang dinyatakan di atas. Oleh karena kita sangat tergantung dan berhutang terhadap Bumi, maka kita harus memperlakukan Bumi dengan sebagaimana mestinya.

Wednesday, March 23, 2016

Tembok Hotel di Canggu Melanggar Batas Sepadan

Tembok salah satu hotel yang keberadaannya telah melanggar batas sepadan pantai di Pantai Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung. (Selasa, 22 Maret)
Batas ruang bibir pantai yang biasa dipergunakan warga setempat untuk berbagai kegiatan termasuk melasti, kini semakin menyempit dengan adanya pembangunan hotel tanpa kontrol.


Wednesday, October 22, 2014

Tower Bermasalah & Tebing Dikeruk Demi Parkir

Mulai hari ini saya akan menampilkan beberapa kejadian mengenai lingkungan yang terjadi di Bali. Kejadian ini saya ambil dari situs lain dan link-nya akan saya tautkan kesini agar tidak terlacak sebagai copas oleh google dan berakibat blog ini kena blok.

Alasan saya menampilkan ini adalah (1) agar ada postingan saja di blog ini, (2) sarana informasi tentang lingkungan agar kalian juga tahu keadaan lingkungan Bali [syukur - syukur menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan], (3) mengisi waktu luang dan mengaplikasikan pekerjaan saya sebagai pegawai di instansi lingkungan hidup. :D

Oke, untuk mengawali proyek ini, dua berita yang muncul di media berkaitan tentang lingkungan di bali datang dari Buleleng dan badung.

Keluhkan Tower, Warga Desa Giri Emas Mengadu ke Dewan  http://balipost.com/read/headline/2014/10/22/24186/keluhkan-tower-warga-desa-giri-emas-mengadu-ke-dewan.html


Tebing Pandawa Dikeruk untuk Parkir http://www.nusabali.com/opendoc.php?id=32098&page=&date=

Saturday, March 2, 2013

Cara Masyarakat Bali Menghadapi Perubahan Iklim dengan Kearifan Lokal

Isu perubahan iklim bukan isapan jempol belaka. Dampaknya telah terasa oleh seluruh umat manusia di dunia. Perubahan iklim tidak terjadi secara singkat. Cuaca akan berubah dengan ekstrim, suhu bumi kian meningkat terus menerus, berlanjut bahkan sampai 50 hingga 100 tahun ke depan.

Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang oksigen terbesar memiliki luas hutan tropis terluas ketiga dunia. Menteri kehutanan mengklaim hutan tropis ini memiliki luas 130 juta hektar, sehingga dikenal juga dengan paru – paru dunia. Sebenarnya mudah saja jika seseorang menginginkan kiamat. Tebang saja semua pohon di hutan Indonesia yang letaknya di sekujur tubuh pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua maka bumi pasti kiamat. Karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis Indonesia untuk menjaga keseimbangan iklim. Potensi besar itulah yang membuat Indonesia patut menjaga kelestarian hutannya dengan kearifan lokal masyarakatnya. Kebetulan ketika tulisan ini dipublish, umat Hindu Bali sedang melaksanakan upacara Tumpek Wariga. Salah satu kearifan lokal yang masih dilaksanakan di Indonesia secara turun temurun.