Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Sunday, April 17, 2016

Anak dari 1.200 Orang Kaya Diajaran Hal Ini

Ilustrasi: ForthesakeofHumanities-10
Orang kaya melakukan sesuatu yang berbeda dari orang kebanyakan. Mereka terus mendidik diri mereka sendiri, tidak terbuai oleh sukses di masa lalu, dan cenderung untuk merangkul keegoisan.

Tidak mengherankan, mereka juga memiliki pendapat yang berbeda tentang peran sebagai orang tua.

Saturday, April 16, 2016

1.200 Orang Kaya Dunia Hindari Satu Pola Pikir Ini

Ilustrasi: Buzzsumer
Orang kaya cenderung memiliki pemikiran yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka punya mentalitas dalam setiap tindakan; mereka berpikir tentang uang secara logis dan mereka melihat uang sebagai teman.

Itulah yang ditemukan Steve Siebold, jutawan mandiri dan penulis "How Rich People Think," setelah mempelajari lebih dari 1.200 orang terkaya di dunia selama 30 tahun terakhir.

Friday, April 15, 2016

177 Orang Sukses dari Keringat Sendiri Benci Satu Sifat Ini

ilustrasi: mother jones
Seorang pria yang menghabiskan 5 tahun mempelajari hidup jutawan mandiri menemukan kebiasaan sehari-hari yang membuat Anda tidak juga menjadi kaya.

Setelah mempelajari kebiasaan sehari-hari dari 177 jutawan mandiri selama lima tahun, Thomas C. Corley menemukan bahwa mereka menghindari satu kebiasaan buruk. Menunda-nunda.

Tuesday, March 29, 2016

Weda vs Revitalisasi Teluk Benoa

ilustrasi: hinduwebsite
 Wahai Bumi, semoga apa yang hamba gali dari-Mu, segera dengan cepat pulih/ tumbuh kembali. Wahai Sang Pemurni, semoga hamba tidak menembus daerah vital dan hati-Mu.
(Prthivi Sukta, Atharvaveda, 12.1.35)
Dalam Atharvaveda terdapat 63 mantra yang didedikasikan untuk Bumi (Prthivi/Pertiwi). Ke-63 mantra tersebut sangat memuliakan keberadaan Pertiwi dalam hubungannya dengan manusia. 

Dikatakan bahwa Bumi adalah tempat bagi hidup segala jenis tumbuh-tumbuhan dan berbagai jenis hewan. Demikian juga bumi adalah sumber dari seluruh mahluk hidup mendapatkan makanan mereka. Tidak akan pernah ada kehidupan jika bumi ini tidak ada. Sehingga dengan demikian, seluruh kehidupan pada prinsipnya sangat berhutang kepada Bumi. Atas ketergantungan itulah, untuk memuliakan bumi, mantra ini khusus diturunkan untuk memuliakan bumi, serta menggaris bawahi pedoman perilaku kita terhadap bumi.

Salah satu mantra tersebut adalah sebagaimana yang dinyatakan di atas. Oleh karena kita sangat tergantung dan berhutang terhadap Bumi, maka kita harus memperlakukan Bumi dengan sebagaimana mestinya.

Monday, March 28, 2016

Jika Hujan, Sulit Cari Pojok Rumah yang Tidak Ada Tetesan Air

ilustrasi: lamongan
Kondisi sakit - sakitan dan miskin, tak ada orang yang menginginkannya. Namun hal itu tak bisa ditolak I Nyoman Tekek, 56, dan I Nyoman Widana, 35. Dua bersaudara asal Banjar Metra Kelod, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, adalah dua orang dari 200 lebih KK miskin di Desa Yangapi. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, Tekek dan Widana, sudah susah.

Ditemui di rumahnya, Senin (21/3), mereka mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kemelaratan hidupnya. "Apalagi tiyang sakit - sakitan," ujar bujangan tersebut.

Saturday, May 25, 2013

Cara Keren Isi Ulang Pulsa di 2013


Suara bayi adalah nada terindah yang pernah tercipta di dunia.Kecuali jika melodi tersebut terdengar saat saya sedang sendiri, di rumah, padahal di rumah nggak ada bayi.

Ini nyata. Saya sendiri pernah mengalaminya. Ketika itu terjadi saya langsung lari kalang kabut. Orang rumah lagi pada keluar. Saya mencoba menghubungi mereka, menyuruh agar mereka cepat pulang. Malang bagi saya, telepon genggam saya tidak bisa melakukan panggilan keluar. Pulsa saya habis. Saya hanya bisa pasrah dan milih numpang sebentar di tetangga sampai orang rumah kembali. Saat-saat seperti itu membuat saya sadar kalau hape tanpa pulsa itu sia-sia.

Masalah pulsa ini sering membuat saya kesal. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Ketika itu saya sedang main internet. Temen-temen di twitter dan facebook pada ngeluh Blackberry Messenger (BBM) pending. Pada momen tersebut muncul rasa iri dalam diri saya. Saya tidak bisa merasakan penderitaan yang teman-teman saya alami. Bukan karena empati, tapi karena memang saya nggak bisa buka BBM. Ini gara-gara saya nggak punya pulsa.

Saya emang jarang punya pulsa. Sesekali beli pulsa cuma buat memperpanjang masa aktif doang. Sekalinya punya pulsa, bingung mau menggunakan untuk apa?Mau nelpon temen cowok, Saya disangka mau minjem duit. Mau nelpon cewek, saya disangka agen MLM yang mau nyari downline.

Setiap kumpul sama temen-temen,  mereka selalu mengira saya nggak bawa hape, nggak punya hape, atau hape saya dalam mode senyap. Padahal memang karena hape saya selalu sepi, nggak ada yang pernah menghubungi saya. Saya sendiri sampai lupa punya hape saking jarangnya ada telpon atau SMS.

Sampai pada suatu hari ada SMS masuk ke hape saya. Rupanya SMS berantai. SMS itu berbunyi ,“Jika pesan ini tidak dilanjutkan ke teman lain di kontak hape kamu, kamu akan mendapat musibah.”

Bah! Dikira saya akan tertipu dengan penipuan cemen kayak gini!?

Tapi buat jaga-jaga, saya ikut meneruskan pesan ini ke teman-teman di kontak saya.

Entah apakah ada kaitannya dengan tindakan tersebut, nyatanya sekarang saya masih sehat dan membuat tulisan ini. Coba ketika itu saya lagi ngga ada pulsa, yang membuat saya akhirnya nggak bisa menyebarkan pesan itu, mungkin bakal lain ceritanya. (Ini saya yang bego atau gimana!?)

Akibat melanjutkan menyebar pesan berantai tempo hari , sekarang semakin banyak pesan berantai yang saya terima. Inilah resiko punya temen alay di hape. Termasuk saya sendiri.

Namun setidaknya sekarang hape saya ada denyutnya. Makanya sekarang saya juga makin rajin isi pulsa. Cara saya isi ulang pulsa selalu sesuai dengan tampang saya, sama-sama keren.

Mengapa keren? Karena setelah saya amati dan telaah dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, banyak orang yang mencoba mengisi ulang pulsa dengan cara-cara yang nggak keren. Apa aja sih cara nggak keren itu? Yuk, kita simak!

Sunday, March 10, 2013

Freelancer Membantu Aku Meraih Mimpi, Mas!


Menyadari kondisi finansial keluarga saya, sepertinya akan sulit untuk saya mewujudkan impian saya menjadi sarjana. Untuk biaya SPP dan berbagai administrasi kampus sudah bisa saya penuhi dari beasiswa yang selalu saya dapatkan dari semester satu. Permasalahan muncul ketika persoalan diputar sedikit ke arah biaya hidup. Saya tinggal dimana? Makan darimana? Belum lagi keperluan sehari – hari seperti MCK serta membantu sekolah adik saya yang saat itu tengah memasuki kelas 2 SMP.

Opsi untuk memilih bekerja sebagai pekerja part time sempat saya coba. Setengah tahun menjalani kerja part time saya mulai tidak betah. Waktu saya banyak tersita, uang yang saya dapat tidak cukup memenuhi kebutuhan saya. Khususnya untuk adik saya.

Dengan memiliki mimpi dan membuat daftar sesuatu yang saya butuhkan untuk meraih mimpi tersebut, serta lengkap dengan cara meraihnya memberikan motivasi kepada saya. Mimpi yang awalnya terasa berat, rupanya setelah dijabarkan seperti ini tidak sesulit yang saya bayangkan. Saya pun tidak menyerah. Saya bukan burung yang setia diam di ranting pohon yang sama padahal ada pilihan hijrah ke pohon lain yang lebih baik. Merasa tidak pas di dunia part time, saya tanpa sengaja menemukan pilihan lain. Pilihan itu bernama ‘Freelance’.

Monday, February 11, 2013

Bank Mandiri Hadir Untuk Memenuhi Segala Keinginan Kamu Mas!


Sejak Lebih dari 5 tahun lalu saya percayakan urusan perbankan saya ke satu bank saja. Saking setianya sama bank ini, banyak yang bertanya apa tidak ada niat unuk mencari bank lain? Jawaban saya langsung, “HELL NO!” Untuk apa pindah bank kalo bank saya sekarang ini selalu mampu memenuhi segala kebutuhan saya. Bagaimana mungkin saya mengambil resiko coba – coba ke bank lain yang saya belum tahu kapasitasnya.


Bank ini adalah Bank Mandiri. Bank yang akan berulang tahun  ke-14 tahun ini telah menjadi sahabat terbaik untuk urusan finansial saya. Sampai akhirnya ada satu teman yang saking penasarannya akhirnya ‘menginterogasi’ saya mengenai kecintaan saya dengan Bank Mandiri.

Kenapa bisa cinta kepada Bank Mandiri?

Monday, November 19, 2012

Startup Business Indonesia, Saatnya Melek Digital!


Menjadi wirausaha sedang marak di kalangan masyarakat Indonesia. Baik di bidang yang sudah ada, maupun bidang yang masih cukup baru. Pengusaha dan perusahaan baru banyak bermunculan. Perusahaan yang baru berdiri dan berada dalam fase pengembangan ini yang dalam bahasa Jawa disebut ‘Startup’.

Andy Sjarif, CEO SITTI, saat menjadi pembicara dalam Indonesia Melek Digital Untuk StartUp Business yang diadakan AXIS di kantor pusatnya di Menara Dea 2 lantai 16, Mega Kuningan, Jakarta tanggal 12 Oktober 2012 lalu mengungkapkan bahwa mayoritas Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia masih belum mengerti internet. Bayangkan 7.000 produk UKM hanya muncul sebanyak 1.200.000 kali pada mesin pencari internet. Berarti kurang lebih hanya 5% UKM yang melek internet dan memasarkan produknya melalui internet.

Lalu, apa yang harus dilakukan kalau ingin membuat bisnis baru yang melek digital?