Memiliki dada yang besar, mungkin, anugerah bagi wanita. Sementara, wanita lain tidak percaya diri dengan ukurannya dan ingin memperbesar hingga melakukan operasi plastik, artis-artis justru memiliki dada yang besar. Namun, apakah mereka merasa beruntung atau justru risih, ya? Karena, mau tak mau, dengan memiliki ukuran yang besar, maka mata pria akan sering tertuju pada bagian tubuh mereka yang menarik tersebut. Belum lagi, predikat bom seks akan mudah terpaut kepada mereka. Entahlah. Yang pasti, artis-artis ini dengan mudah menarik dan mencuri perhatian pria. Berikut selebriti Indonesia yang memiliki ukuran dada yang besar:
Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Wednesday, April 20, 2016
Saturday, February 15, 2014
One More Person, My Sister's Room, The Scarecrow, & He Dies At The End
Beberapa
film horor yang saya tonton belakangan ini agak kurang serem. Terutama yang
Asia. Saya kecewa.
Pertama
adalah film One More Person. Menceritakan seorang eksekutif yang sedang
menginap di hotel. Ternyata di hotel itu Ia tidak sendiri. Dari awal sampai menjelang
akhir saya sudah bisa terbawa menikmati suasananya. Udah agak tegang gitu. Saya
sangat penasaran apa yang akan dilakukan oleh hantu dalam film ini, atau minimal bagaimana rupa
si hantu tersebut. Dan akhirnya memang muka si hantu ditampilin, eh ngga serem
– serem amat ternyata. Lebih ke bapak – bapak kelebihan bedak. Mungkin karena hantunya
napak kali ya? Dan memakai baju olahraga lengkap makanya jadi ngga begitu serem :|
Film kedua
adalah My Sister's Room. Masih film Jepang. Setiap liat orang jepang
makan, saya jadi ikutan laper. Tapi kalau melihat mereka ngomong, terutama yang
cewek, saya malah kebayang JAV. Okeh, jadi film ini menceritakan penampakan yang
selalu muncul tiap jam 2 malem di kamar si anak cewek. Orang tua si cewe ngga
percaya ketika si cewe cerita (mereka ngomongnya pas sarapan). Ternyata kakak cowo
si cewe ini percaya, karena dia juga ngerasain setiap jam 2 malem. Eh akhirnya
si cowo ini yang kesurupan. Note: jangan menaruh ekpektasi terlalu tinggi pada
film ini, ngga serem – serem amat kok, kecuali kamu emang penakut atau terlalu
menjiwai nontonnya.
Comic8
Di suatu
weekday, saya nonton bareng gebetan. Kami nonton
Comic8. Pendapat saya, film ini pamer adegan slow motion. Saya sempat bikin
beberapa video dan sampai saat ini masih suka bikin video, jadi saya tahu kalau bikin
adegan slow motion itu ngga gampang. Butuh aplikasi khusus dan alat yang oke
juga. Jadi untuk menghasilkan adegan slow motion sehalus Comic8, itu ngga
mudah, dan wajar kalau mereka memamerkan kesuksesan mereka ini dalam filmnya.
Banyaknya adegan slow motion pada film ini dari awal juga menolong mereka
menutup adegan slow motion sexy di saat Nikita Mirzani (KYAAA!!! KYAAA!!
*penulis histeris campur mikir jorok*) melakukan adegan menembak. Karena jika
hanya adegan Nikita saja yang slow motion, film ini akan ngga ada bedanya sama
film komedi seksual Indonesia lainnya.
Banyak yang komplain
tentang adegan Nikita ini, menurut saya tanpa ada Nikita pun Comic8 udah oke,
malah adegan Nikita yang terlalu vulgar ini membuat kekaguman saya akan
jalan cerita dan akting para pemainnya jadi berkurang. Kenapa harus isi
adegan beginian lagi? Malah jadi kayak film komedi Indonesia lainnya deh.. Tapi
ini ngga masalah banget, mungkin saran saya sekuelnya nanti ganti saja Nikita
Mirzani ke Mama Dedeh . Nanti adegannya tetep bawa pistol dan tembak – tembakan di-slow motion.
Bedfellows
Film kedua
yang saya tonton serangkaian ketagihan saya dengan film horor adalah Bedfellows.
Ceritanya simpel, durasinya ngga panjang. Di awal film si penulis cerita mencoba menampilkan foto-foto yang membuat penonton satu persepsi bahwa akan ada dua tokoh utama, sepasang
suami istri. Kemudian film berjalan ke adegan suami istri itu tidur. Iya, cuma
tidur, bukan sambil bikin adek baru. Sang suami tidur terbungkus selimut,
sedangkan istrinya masih kelihatan separuh badannya.
Handphone sang istri tiba - tiba berdering. Dia raba meja sebelah ranjangnya, handphonenya ngga ada. Rupanya ada di meja seberang ranjang, di sebelah suaminya. Ia meminta tolong
suaminya mengambilkan hanphone tersebut, namun sang suami nampaknya terlalu
ngantuk untuk bangun, sang suami tidak bergeming. Si istri akhirnya mengambil
sendiri handphone miliknya.
Dari suara
penelpon yang terdengar ke penonton, kita bisa tahu kalau ia adalah seorang
lelaki. Saya kurang jelas mendengar apa yang penelpon itu katakan,
semacam selamat tidur atau minta maaf ngga bisa pulang malam itu. Setelah
perempuan itu ngecek ke layar hapenya, ternyata telpon itu dari sang suami. Lalu
siapakah yang berbaring di sebelahnya?
Saya malah
ketawa terus liat muka dan posisi si hantu. Apalagi mata si hantu isi lirik –
lirik gitu. Tapi memang sih kalau dibayangin muka setannya pas kita lagi
sendiri, lumayan bikin serem juga.
The Waterfront Picture
Saya bukan seorang yang suka horor. Setelah nonton film apapun, adegan dalam film tersebut akan
terus membayang sampai 3 hari ke depan. Dan untuk film horor, bayangannya tetep
nempel sampai 3 tahun ke depan.
Sampai pada
akhirnya tiap malem jumat ada yang share film horor di twitter. Karena iseng,
saya tonton. Akhirnya keterusan dan sekarang jadi ketagihan nonton film
horor, bahkan jadi kebiasaan.
Mungkin karena nontonnya setelah diunduh dulu, jadi
bagian seremnya bisa di-pause, atau volumenya dikecilin bahkan
sampai mute.
Film perdana
yang mengawali kebiasaan saya ini adalah salah satu film dari jepang. Judulnya
The Waterfront Picture. Asia memang terkenal bikin film sadis. Karena nama
besarnya tersebut saya antusias nontonnya. Kekejaman apa lagi yang akan
disuguhkan pada film yang akan saya tonton?, begitu pikir saya. Satu lagi, film Asia ngga setengah – setengah nampilin tokoh seremnya. Karena film horor barat,
atau di Indonesia, biasanya cuma sekilas, siluet, burem (ngga jelas), atau hanya
gejala – gejala kehadirannya saja yang ditonjolkan. Sedangkan film horor Jepang atau
Thailand akan secara gamblang dan blak - blakan menampilkan sosok hantunya.
Wednesday, June 19, 2013
Seperti Saya dengan Liputan6
Tidak jarang seseorang bertemu satu sama lain di internet baru
kemudian melakukan kopi darat. Sebaliknya, masih sering terjadi ketika seseorang
yang sudah saling kenal di dunia nyata, kemudian saling mencari akun masing –
masing di internet.Selain berlaku untuk sesama manusia, proses semacam ini juga
berlaku untuk manusia dengan non manusia.Manusia dengan sebuah siaran berita
misalnya.
Seperti saya dengan Liputan 6.
Saya masih ingat, di awal perkenalan saya dengan Liputan 6, ada pembawa
berita yang sangat saya suka dan sampai masih bekerja di Liputan 6.Pembawa
berita itu memiliki ciri yang khas dalam membacakan berita.
‘Sodara, acara malam mingguan yang dilakukan oleh sepasang kakek-nenek
berakhir ricuh.Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.Pihak kepolisian sedang
menyelidiki penyebab kericuhan ini.BerRrRrRRRRRRrrrRrRrrikut...cuplikannya.’
| Jeremy Teti |
Friday, April 26, 2013
Aktor Tua Hollywood yang Ganteng
Tentu banyak yang tertarik dengan aktor yang masih muda, segar, dan kencang. Namun tak semua dari mereka akan tetap menarik saat tua.
Salah satu aktor Hollywood yang tetap tampan saat usianya tidak lagi muda adalah Robert Downey Jr.
Elegan, berkelas, menawan.
Subscribe to:
Posts (Atom)