Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Main Gadget di Malam Hari Berpotensi Alami Penurunan Prestasi Akademik

ilustrasi: dailymail
Remaja yang doyan banget kirim pesan, chatting, dan sejenisnya di malam hari menggunakan gadget, berpotensi besar kekurangan jam tidur, mengantuk di siang hari, dan mengalami penurunan prestasi akademik di sekolah. Itulah hasil dari penelitian dari para ilmuwan di New Jersey setelah mengamati kebiasaan 3.200 remaja usia SMP dan SMA.

Ditemukan, sebanyak 62 persen remaja cukup intens dengan gadget saat malam, bahkan sampai waktu tidur terlewatkan, di mana 52 persen di antara jumlah tersebut menggunakannya untuk SMS, update sosial media, serta chatting. Sedang 21 persen lainnya melewati waktu tidur untuk melakukan percakapan di media sosial.

Thursday, May 1, 2014

Sekedar Saran Untuk Pendidikan Indonesia

Makin banyak yang nggak setuju dengan adanya UN. Masyarakat sidah muak dengan permasalah yang muncul akibat UN dan menginginkan UN segera dihapus.

Mendikbud saat menjadi pembicara pada workshop di Surabayatanggal 24 April menyampaikan bahwa beliau sendiri telah menemukan ada jawaban UN dan naskah soal UN yang bocor. Bahkan naskah soal UN telah bocor h-3 sebelum ujian.

Pernyataan ini dipertegas oleh siswa SMA  peserta UN saat selesai melewati UN haripertama. “Jawaban bocor h-1. Jawaban dikirim melalui pesan dan foto di hape, berisi jawaban untuk 20 paket soal dengan kode kode G.01 sampai G.20, setiap jawaban disertai cuplikan kalimat dari soal, cuplikannya sama persis dengan soal sebenarnya”, ujar siswa bersangkutan.

Selain masih banyaknya kebocoran, UN juga mengakibatkan depresi di kalangan siswa. Kasus – kasus seperti siswa masuk RSJ karena ketakutanmenghadapi UN, stress akibat belajar dan saat menerima pengumuman selalu muncul ketika UN. Korban jiwa berjatuhan akibat UN pun bukan berita baru lagi.

Kita jangan berprasangka buruk dulu. UN dulu dibuat dengan niat baik. Tujuannya untuk mengevaluasi kinerja sekolah, guru, dan hasil belajar siswa selama satu jenjang pendidikan (SD, SMP, dan SMA). Namun semakin kesini penerapannya mengalami banyak penyimpangan. Sejarah UN bisa dibaca di SINI.

Monday, February 25, 2013

Ini Pengajar, Mas?

Saya ga ngerti apa yang melatar belakangi, saya malah melihat sukarelawan - sukarelawan pengajar di komunitas - komunitas seperti di Indonesia mengajar atau Pengajar Muda malah lebih bagus ngajarnya daripada lulusan perguruan tinggi keguruan/pendidikan.

Mereka ngajar dengan tulus. Beda dengan guru - guru konvensional. Ngajarnya terkesan ga niat. Yang penting ngabisin jam ngajar yang sudah dijatahkan. Yang penting menguntungkan dirinya.

Mungkin, sekali lagi saya tekankan MUNGKIN, alasan mereka kuliah di perguruan tinggi keguruan/ pendidikan untuk jadi PNS, ngajar sebagai guru di sekolah negeri. Sehingga ga peduli tentang nasib daerah terpencil yang tidak punya guru, daerah yang pendidikannya minim. Yang dipikirkan hanya kesejahtraan mereka saja.